|
Kunjungan Menteri Negara Inggris ke Jakarta |
|
Wednesday, 11 February 2009 |
|
Roll - Berbicara di Center for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC), di Menteng Jakarta pada Selasa (10/2), Bill Rammel menekankan arti penting bagi Indonesia untuk turut berpartisipasi secara intensif dalam peta politik internasional, khususnya di kawasan Timur Tengah. Indonesia dianggap mampu memainkan peranannya dengan menyampaikan pengaruh kepada negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) tentang pentingnya menyadari kebhinekaan dan toleransi. "Indonesia memiliki peran penting yang bisa dimainkan dalam dunia Islam, dengan memperlihatkan bahwa menjadi sebuah negara yang menghargai agama tidak berarti bahwa kita menyerah saja kepada mereka yang ingin memaksakan satu agama, atau versi tunggal suatu agama kepada agama lainnya," katanya. Rammel melihat, Indonesia sebagai negara dengan komunitas muslim terbesar di dunia sangat menginginkan terciptanya iklim perdamaian di Timur Tengah, khususnya di Palestina. Saat Israel membombardir Palestina, pemerintah Inggris berupaya mencari solusi perdamaian di kawasan tersebut. "Kekejaman perang di Gaza telah mengagetkan kita semua. Negara Inggris telah berperan aktif dari sejak awal dalam menyerukan genjatan senjata. Kami telah mengagendakan dan berhasil menegosiasikan Resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan untuk segera dihentikannya peperangan antara Israel dan Hamas," Lanjutnya. Berbicara pada forum yang sama, Din Syamsudin, Chairman CDCC mengatakan, hubungan yang baik antara Indonesia dan Inggris perlu untuk tetap dijaga dan dikembangkan. Dua negara itu diharapkan bisa bekerjasama untuk menjembatani perdamaian dunia. " CDCC sebagai lembaga yang mempromosikan perdamaian antar peradaban dunia menganggap penting untuk bisa memediasi antara pemerintah Indonesia dan Inggris supaya melakukan kerjasama sehingga memberi kontribusi bagi terciptanya iklim yang kondusif antara dunia Islam dan Barat," katanya.[] |
|
|
PDS Berikan 1000 Dolar ke Palestina |
|
Monday, 12 January 2009 |
|
INILAH. COM, Jakarta - Apapun agamanya, setiap orang pasti terpanggil hatinya melihat kekejaman Israel menghancurkan Palestina. Sebagai partai yang didirikan oleh umat Kristiani, Partai Damai Sejahtera (PDS) prihatin dengan keadaan rakyat Palestina yang mengenaskan. "Kami peduli dengan nasib yang menimpa rakyat Palestina karena kami tahu bahwa rakyat Palestina majemuk seperti Indonesia," kata Ketua Umum PDS Ruyandi Hutasoit di kantor pusat CDCC, Jakarta, Minggu (11/1). PDS menyerahkan bantuan senilai 1.000 dolar AS dan Rp 3 juta. Uang tersebut dikumpulkan pada saat para anggota PDS mengadakan aksi unjuk rasa damai dari bundaran HI menuju kantor CDCC. Di tempat yang sama, salah satu ketua MUI Amidhan mengaku senang dengan pemberian bantuan tersebut. Di Palestina, lanjutnya, telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia oleh Israel di Jalur Gaza. "Kami gembira rekan-rekan pemeluk Kristen turut memberikan sumbangan bagi perjuangan rakyat Palestina," ujarnya. Selain itu, Dubes Palestina untuk Indonesia Fariz Al Mehdawi menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian bangsa Indonesia untuk memberikan sumbangan untuk Palestina. Menurut Fariz, rakyat Indonesia yang bersatu dan damai merupakan pesan bagi dunia terutama Israel yang kini membombardir Gaza. Disamping itu Pendiri CDCC Din Syamsuddin yang tidak dapat hadir dalam acara pemberian bantuan tersebut mengatakan masalah Palestina merupakan masalah kemanusiaan. Oleh karena itu rakyat Indonesia harus menunjukkan solidaritas kemanusiaannya. "Masalah Palestina adalah masalah kemanusiaan. Karena itu kita harus menunjukkan solidaritas kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina," kata Din melalui SMS.[] |
|
|
Din Syamsuddin: Jangan Jadi Islam Simbolis |
|
Friday, 19 December 2008 |
|
Jakarta ( Berita ) : Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, di Jakarta, Kamis [18/12], meminta Parpol Islam untuk terus melakukan konsolidasi, sehingga dapat mengisi masa reformasi di Indonesia. “Jangan sampai jadi Islam simbolis, Islam tapi ‘nggak bisa apa-apa,” tandasnya, saat acara dialog antarketua Parpol Islam di Kantor ‘Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations’ (CDCC), Menteng, Jakarta Pusat. Karena itu, Din Syamsuddin berpendapat, konsolidasi antar-Parpol, termasuk dari lingkungan partai berbasis Islam, harus terus didorong. Acara temu aktivis Parpol yang juga ikut diprakarsainya di CDCC itu, menurutnya, juga dalam rangka konsolidasi Parpol, dan ini mesti terus dilakukan, demi masa depan bangsa. Dengan alasan itu pula, sehingga Din Syamsuddin tidak ingin acara tersebut dikait-kaitkan dengan pemilihan umum (Pemilu) presiden (Pilpres). “Sekali lagi, bagi saya konsolidasi antar parpol harus terus didorong. Ini bagian dari konsolidasi berbagai Parpol Islam yang harus kita lakukan terus menerus. Ini harus kita dorong juga, termasuk dengan Parpol nasionalis,” tegasnya lagi. Simpul Kebangsaan Mengenai wacana poros tengah, Din Syamsuddin mengatakan, ia sesungguhnya hanya ingin agar Islam dapat mengisi masa reformasi yang sedang terjadi di negara ini. “Jadi, Islam harus memainkan peranannya di masa sekarang. Jangan sampai jadi Islam simbolis, Islam tapi nggak bisa apa-apa,” tandasnya lagi. Tetapi, ke depan, demikian Din Syamsuddin, selain poros tengah-nya itu, dia berencana mengembangkan lingkaran simpul kebangsaan. Tujuannya, menurut Din Syamsuddin, untuk mencari kesamaan antara simpul-simpul Islam (Parpol serta Ormasnya) dan juga simpul dengan kalangan lain untuk membangun negara ini. Acara temu antarparpol Islam itu sendiri, antara lain menghadirkan Ketua Umum DPP Partai Bintang Reformasi (PBR), Bursah Zarnubi, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Hamdan Zoelva, serta Ketua MUI Amidhan.[] |
|
|
Lingkaran Simpul Kebangsaan ala Din Syamsuddin |
|
Wednesday, 17 December 2008 |
|
Jakarta Detiknews- Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mewacanakan lahirnya kembali poros tengah. Belum cukup sampai di situ, Din juga berencana akan mengembangkan lingkaran simpul kebangsaan. Apa itu?
"Mencari kesamaan antara simpul-simpul Islam (parpol dan ormas) dan juga simpul dengan kalangan lain untuk membangun negara ini," jelas Din.
Din mengatakan hal itu saat acara dialog antarketua parpol Islam di Kantor Centre for Dialogue and Coorporation among Civilization (CDCC), Jl Kemiri, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2008).
Acara temu antarparpol Islam ini diprakarsai oleh Din sendiri. Hadir juga di acara ini antara lain Ketua MUI Amidhan, Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) Bursah Zarnubi, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, dan Wakil Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Hamdan Zoelva.
Din tidak ingin acara ini dikait-kaitkan dengan pemilihan presiden. Bagi Din, konsolidasi antar parpol harus terus didorong.
"Ini bagian dari konsolidasi berbagai parpol Islam yang harus kita lakukan terus menerus. Ini harus kita dorong juga, termasuk dengan parpol nasionalis," papar Din.
Sementara itu mengenai wacana poros tengah, Din ingin agar Islam dapat mengisi masa reformasi yang sedang terjadi di negara ini. Islam harus memainkan peranannya di masa sekarang.
"Jangan sampai jadi Islam simbolis, Islam tapi nggak bisa apa-apa," tegas Din.(mok/nwk) |
|
|